Ada beberapa kawan di lingkungan kampus yang baik dan menyenangkan. Bikin aku betah tinggal untuk sementara ini. Sepi memang rasanya kalau cuma duduk di kosan, enggak ngerjain apa- apa yang berarti, nyuci pakaian kotor dan makan malam sendiri. Di sekitar kosanku (Jakal km.5) ada kawan- kawan sekampus yang selalu bisa diajak main dan nyambung bicara banyak hal.
Tadi pagi rencananya aku dan beberapa kawan mau main ke pasar pagi di UGM, yang biasa dibilang ‘Sunday Morning’. Tapi jadinya malah cuma aku berdua sama Nenan yang pergi ke Sunday Morning dan ngeliat barang- barang yang dijual di sana. Enggak ada yang benar- benar menarik, kecuali cermin, bingkai foto dan keranjang pakaian kotor untuk kamar kos.
Aku awalnya sempat kecewa dengan dosen- dosen di kampus yang nyampein materi kuliah seadanya. Memang kuliah itu formalitas. Aku dan kawan- kawan sepakat untuk jadi mahasiswa ‘kudis-kudis’ (kuliah diskusi- kuliah diskusi hehe). Sebagian dari kami antusias nyari info- info kegiatan diskusi dan semacamnya. Sebagian lagi tergila- gila dengan buku- buku di perpustakaan dan ngadain forum diskusi sebelum semua bubar dan balik ke kosan masing- masing.
Kemarin siang Nenan ajak ke acara bedah buku dan seminar untuk mahasiswa baru. Aku enggak tau siapa yang ngadain dan ikut aja waktu diajak. Ternyata isinya semacam seminar motivasi, untuk orang- orang yang butuh pencerahan. Lengkap dengan sound effect segala macam dan pembicara (salah satunya penulis buku Negri 5 Menara itu) yang bicara lantang dengan slogan- slogan mejik. Aku dan Nenan akhirnya walk out, kawan- kawan lain ngajak ke Parangtritis.
Tapi akhirnya aku dan Nenan gak jadi ikut rombongan kawan- kawan filsafat untuk ke Parangtritis. Aku harus ngurus tiket pulang di bandara, Nenan ikut misa kampus. Sorenya aku ketemu dengan Dea, dan pergi ke Shopping buku di daerah Malioboro. Buku- bukunya bagus tapi aku gak ada uang. Oia, ada beberapa acara yang kedengarannya menarik di Taman Budaya Jogja dan beberapa tempat lain, harga tiket masuknya Rp.30.000, kalau di Banda Aceh rasanya itu harga yang wajar. Tapi kalau disini uang segitu bisa untuk makan selama seharian plus jajan.
Aku pulang ke Aceh tanggal 5 nanti, tapi tiket yang aku dapat cuma dari Jogja sampe Medan. Nanti di Medan aku naik bus malam ke Aceh bareng sama Rajip yang juga balik dari Malang.
Leave a reply to melyn Cancel reply