Pulang

Sebenarnya aku baru pergi sebentar, baru tiga minggu. Tapi rasanya kayak udah lama. Sehari sebelum pulang ke Banda Aceh, hape-ku jatuh dari bis kota. Kejadiannya waktu aku mau ngambil uang buat ongkos pulang di Bank Mandiri di depan Kopma. Si hape tiba- tiba lepas dari colokan earphone, keluar dari kantong jaket dan jatuh dari bis kota. Kupikir tercecer di jalan, jadi aku pulang ke kosan sambil jalan kaki dari Kopma. Tapi aku enggak nemuin si hape.

Sejak akhir tahun 2009 sampai sekarang aku terpaksa ganti- ganti hape karena gak ada yang bisa kujaga. Si hape terakhir ini, Nexian, adalah korban yang keempat. Belum lagi nasib si iPod yang terendam air minum dalam tas pertengahan 2010 kemarin. Kata Rais, aku enggak bisa jaga barang.

Aku berangkat ke Medan sehari setelah itu. Ayah marah- marah telpon ke hape kak Yana dan tanya gimana caranya aku komunikasi dengan saudara sepupu yang bakal jemput di Polonia nanti. Mamak enggak dapat tiket murah yang langsung dari Jogja- Banda Aceh, jadinya aku terbang ke Medan dan sambung naik bis malam ke Banda Aceh.

Dan aku nyampe ke Banda Aceh tadi pagi. Badan rasanya mau patah- patah karena enggak bisa tidur dengan nyaman (hah, nyaman! what do you expect? itu bis!) tapi badan yang capek kayaknya kalah dengan pikiran yang terus jalan. Aku rasanya pengen ketemu banyak orang dan bicara tentang hal- hal yang udah lewat.

Tapi mungkin karena hapeku hilang, komunikasi dengan kawan- kawan juga jadi terbatas. Banda Aceh rasanya sepi hari ini.


Posted

in

by

Tags:

Comments

2 responses to “Pulang”

  1. melyn Avatar

    hapeku jg pernah ilang waktu dij0gja. di bis juga. yakin itu jatoh? ga dic0pet? bis n0mer 7 banyak c0petnya s0alnya.

    1. raisakamila Avatar

      iya, soalnya kan bis nya kosong, jadi jatuh adalah kemungkinan terbesar!

Leave a reply to raisakamila Cancel reply