Jadi ceritanya dua hari yang lalu aku baru balik dari Aceh. Perjalanan untuk sampai ke Jogja seperti biasanya, membosankan dan bikin badanku pegal- pegal karena duduk cukup lama di pesawat. Aku berangkat sebelum subuh dari Aceh, dengan roti panggang dan diantar Mamak dan Ayah yang masih ngantuk sambil terus bilang, “Nanti habis chek-in langsung wudhu ya sebelum pesawat boarding.”
Banda Aceh sama seperti biasanya. Meriah, panas dan menyenangkan. Dalam seminggu aku bisa pergi ke pantai Lampuuk lebih dari dua kali, sampai aku sendiri bingung apalagi yang harus kulakuin selain berenang- renang sendiri. Kulitku jadi kecokelatan seperti kulit beberapa orang yang kukenal, yang beranggapan kulit orang pesisir itu memang harusnya terbakar, bukan putih pucat kayak di iklan tivi.
Di rumah rasa- rasanya enggak ada yang berubah. Aku tetap dimarahi Ruz yang laptopnya kubuat rusak, Mamak tetap nyapa kucing sambil ngangkat jemuran, tapi Rais udah mirip Rajif waktu SMP dan Ayah mulai sering ngajak ngobrol tentang ‘hal-hal serius’, misalnya, “Kira- kira Mubarak turun gak ya?” dan Rais beruntung bisa ikut nimbrung karena waktu seumurnya aku bahkan enggak berani tanya yang semacam itu sama Ayah.
Aku sempat sedih karena beberapa hal di Banda Aceh. Tapi akhirnya bisa selesai, biarpun agak terlambat. Nyaris tiga minggu di Banda Aceh habis untuk menyelesaikan banyak urusan, dan aku enggak bisa terlalu banyak hura- hura. Semua yang terjadi selama liburan kemarin buat aku merasa enggak pernah benar- benar ‘pergi’.
Dan sekarang udah masuk semester dua. Aku agak takjub dengan semester satu yang terasa cepat, juga agak kesal dengan nilai C untuk matakuliah Azas- Azas Filsafat dan Logika. IP-ku 3,11 dan aku kurang puas. Tapi akhirnya kupikir yang penting itu paham dengan yang kupelajari daripada dapat IP 4 tapi melongo pas ditanya ini itu #sombong #merasangerti Hehehehe..
Kembali ke Jogja berarti kembali menekuni buku- buku teks kuliah yang sebagian besar menyenangkan, kembali makan intel rebus dan nasi telor Burjos, kembali lepas stress dengan berenang, kembali sibuk gak nentu dan nonton acara gratisan, kembali ke kamar kos yang lembab dan berantakan. Semester dua ini kelihatan lebih ramah. Woof woof!
PS:ย Ohya, dua teman dekatku yang fantastik jadian:ย Mita etย Aris! How sweet!
Leave a reply to Aris Setyawan Cancel reply